Langsung ke konten utama

KEBIJAKAN TENTANG PARIWISATA PADA MASA ORDE LAMA



Pada masa setelah kemerdekaan (Orde Lama), pembangunan ekonomi berdasarkan Pembangunan Nasional Semesta Delapan Tahun 1961-1969 yang ditetapkan melalui Ketetapan MPRS Republik Indonesia No. II/MPRS/1960 Tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahapan Pertama 1961-1969. Pada masa itu, pembangunan pariwisata belum menjadi perhatian pemerintah. Fokus pemerintah pada saat itu masih pada pembangunan dan pembenahan perekonomian nasional sehingga mampu berdiri sendiri (Esti, 2013 : 23-24).
Meski pariwisata masih belum menjadi fokus utama pembangunan masa Orde Lama, tetapi pada awal kemerdekaan dan di tengah berkecamuknya revolusi tahun 1946, dengan Surat Keputusan Wakil Presiden (Drs. Moh. Hatta) dalam lingkungan Kementerian Perhubungan, dibentuk Hotel dan Tourisme yang disingkat Honet. Tindakan pertama adalah mengganti nama hotel milik Belanda di Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Cirebon, Sukabumi, Malang, Sarangan, Purwokertp, dan Pekalongan menjadi Hotel Merdeka.
Kemudian pada tahun 1952 dikeluarkan Keppres Pembentukan Panitia Inter-Departemental Urusan Tourisme. Tugas panitia ini adalah mengusahakan kemungkinan dijadikannya Indonesia sebagai Tourist Destination atau Daerah Tujuan Wisata (DTW). Paniti tersebut tidak dapat bekerja secara penuh karena pengurusnya sibuk dengan jabatan resminya. Berkaitan dengan hal tersebut dibentuklah organisasi bernama Serikat Gabungan Hotel dan Tourisme Indonesia disingkat Sergahti pada tahun 1953. Usia organisasi Sergahti tidak lama dikarenakan pengurusnya merasa gagal menjalankan misi, yakni mengosongkan penghuni tetap hotel.
Periode selanjutnya, yakni tahun 1955-1965 dapat dikatakan merupakan batu loncatan atau tonggak sejarah bagi perkembangan kepariwisataan di Indonesia. Ada beberapa peristiwa yang terjadi dan berpengaruh terhadap perkembangan kepariwisataan di Indonesia.
1.      Diselenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 18-24 April 1955.
2.      Bank Industri Negara (Menjadi Bank Pembagunan Indonesia atau Bapindo) mendirikan PT NATOUR Ltd. (National Hotels and Tourism Corp. Ltd.)
3.      Dibentuk Direktorat Pariwisata pada tahun 1955 dalam lingkungan Kementerian Perhubungan.
4.      Lahir Yayasan Tourisme Indonesia (YTI) yang non-komersial untuk membina dan mengembangkan industri pariwisata secara efektif guna menunjang perekonomian bangsa Indonesia.
Selain itu, dibentuk wadah tunggal swasta  yang bergerak di bidang kepariwisataan, yaitu Dewan Tourisme Indonesia (DTI) dengan Keputusan Menteri Perhubungan No. H2/2/21 Tanggal 8 April 1957. Selanjutnya, dengan SK Menhub No. H2/3/19 tertanggal 14 Maret 1960 ditempuh jalan baru dalam kebijaksanaan kepariwisataan di Indonesia, yaitu dinamakan Tourisme Terpimpin. Seluruh akivitas pariwisata dianggap vital dan harus dikerjakan oleh Pemerintah.
Tahun 1962 juga merupakan batu loncatan atau tonggak sejarah bagi perkembangan kepariwisataan di Indonesia dengan munculnya Akademi Perhotelan di Bandung dan pada 5 Agustus 1962 di Jakarta diresmikan Hotel Indonesia milik pemerintah melalui PT Hotel Indonesia sebagai hotel bertaraf internasional pertama di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Esti. (2013). Pembangunan Kepariwisataan: Overview, Tantangan, dan Kebijakan
Pembangunan ke Depan. Jakarta: BAPPENAS. Diakses melalui perpustakaan.bappenas.go.id.
Kodhyat, H. (1996). Sejarah Pariwisata dan Perkembangannya di Indonesia.
Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Komentar

  1. CLUB388CASH SLOT & SABUNG AYAM ONLINE DEPOSIT PULSA TANPA POTONGAN

    CLUB388CASH adalah situs judi slot online terbaik 2021 yang sudah sangat diminati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

    Promo Terbaru Khusus Bulan Juni, Deposit VIA Pulsa TANPA POTONGAN!

    Dengan jumlah deposit yang terjangkau sudah bisa memainkan semua permainan yang tersedia.
    Minimal Deposit Rp.10.000,-
    Minimal Withdraw Rp.50.000.-

    Yuk Buruan Join Sekarang Bersama Kami Di CLUB388CASH Situs Judi Slot Online Indonesia Terpercaya 2021
    Banyak Permainan yang Mudah Mendapatkan JACKPOT!

    Join bersama kami sekarang juga di CLUB388CASH
    Bonus New Member 10%
    Bonus Harian 5%

    Untuk pendaftaran bisa langsung Klik link berikut :
    DAFTAR JUDI SLOT ONLINE

    KONTAK :
    WhastApp: 0819-1005-3031

    Judi Slot Online Club388
    Deposit Pulsa Tanpa Potongan
    Poker Online
    Situs Poker Online
    Situs Poker Deposit Pulsa

    BalasHapus
  2. Suka bermain Slot?? MAU BONUS 100%?
    Lagi mencari situs permainan Slot Gacor Terpecaya?

    Hanya Situs Winning303 yang memberikan bonus 100% PRAGMATIC TERBAIK, Ayo Bergabung bersama kami ^^
    Bonus Mingguan Rolingan 1% dan Bonus cash back sampai 10%

    Klik Review Slot ====>Slot 3 Genie Wishes SLOT PRAGMATIC GACOR

    Klik Review Slot ====>Slot Sweet Bonanza SLOT PRAGMATIC GACOR

    Terima Deposit Pulsa TELKOMSEL & XL
    E-Wallet : DANA, GOPAY, OVO, LINK AJA, DAN SAKUKU

    Ayo Segera Daftar Akun Bermain Anda..Gratiss..
    Klik >>>>>>> Daftar slot
    Hubungi Segera:
    WA: 087785425244
    Cs 24 Jam Online

    #SLOT
    #SLOTGACOR
    #SLOTTERPECAYA
    #SLOTDEPOSITPULSA
    #SLOTJACKPOT

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBIJAKAN PARIWISATA MASA ORDE BARU

Periode tahun 1969 merupakan masa yang penuh gejolak politik bagi pemerintahan Orde Baru. Hal tersebut dikarenakan sedang melakukan penataan politik nasional. Namun, pemerintah pada saat itu tetap memperhatikan sektor pariwisata. Menurut Kodhyat (1996) dinyatakan bahwa pada tanggal 22 Maret 1969, telah dikeluarkan Keputusan Presiden RI No. 30 Tahun 1969, tentang Pengembangan Kepariwisataan Nasional. Selain itu, pada tanggal 6 Agustus 1969, dikeluarkan Instruksi Presiden RI No. 9 sebagai pedoman pelaksanaan kebijaksanaan Pemerintah dalam membina pengembangan pariwisata nasional. Meskipun pemerintah telah memberikan perhatian, namun pengembangan sektor pariwisata belum dianggap cukup penting untuk dimasukkan dalam skala prioritas Pembangunan Nasional sehingga tidak dicantumkan dalam GBHN (Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973). Tahap selanjutnya, pengembangan pariwisata baru dijadikan bagian dari GBHN dalam Ketetapan MPR No. IV/MPR/1978 dan diperluas lagi dalam GBHN 1983, GBHN 1988, dan...

ESSAY : WISATA SEJARAH DAN BUDAYA

Kegiatan wisata merupakan suatu perjalanan untuk memenuhi rasa ingin tahu, untuk keperluan yang bersifat rekreatif dan edukatif (Kodhyat, 1996: 3). Dalam sebuah perjalanan wisata, terdapat beberapa jenis pariwisata, dua diantaranya adalah pariwisata sejarah dan pariwisata budaya. Dalam wisata sejarah, perjalanan yang dilakukan adalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah. Sedangkan, dalam wisata budaya perjalanan dilakukan untuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki aneka budaya dan kebiasaan unik yang menjadi ciri khas dari tempat tersebut. Umumnya ketika seseorang berniat untuk melakukan perjalanan wisata sejarah, mereka akan mengungjungi tempat-tempat seperti candi, museum, makam dan tempat lainnya yang memiliki nilai historis. Sementara itu dalam melakukan kegiatan wisata budaya, para wisatawan biasanya mengunjungi daerah yang memang memiliki ciri khas yang unik dan mampu menarik perhatian mereka. Dalam wisata budaya, para wisatawan umumnya memiliki t...

PARIWISATA SAUJANA: PESONA ALAM BERPADU DENGAN BUDAYA DAN TRADISI

Tentu sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia menjadi salah satu surga wisata alam yang sangat mempesona. Wisata alam merupakan salah satu jenis pariwisata yang diminati wisatawan. Dengan sejuta potensi yang dimiliki, Indonesia menjadikan objek wisata alam sebagai magnet yang kuat untuk menarik wisatawan mancanegara. Landscape gunung, danau, sungai, gua, air terjun, sabana, pantai, terumbu karang, gugusan pulau, hutan semua tersaji manis di bumi khatulistiwa kita ini.   Namun terlalu sayang apabila wisatawan hanya menikmati pesona alam saja dan melewatkan sungguhan tradisi dan budaya masyarakat setempat yang unik dan khas. Dengan demikian maka, potensi alam dan budaya tersebut dikolaborasikan menjadi satu dan disebut dengan saujana. Kata saujana disepakati dalam Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia tahun 2003 untuk digunakan sebagai terjemahan dari ‘cultural landscape’ . Saujana merupakan refleksi hubungan antara manusia dengan budayanya dan lingkungan alamnya dalam kesat...