Sektor pariwisata
merupakan sektor penting yang mampu menunjang perekonomian suatu negara. Dalam
kegiatan pariwisata, transportasi merupakan salah satu sarana penunjang yang
penting bagi denyut nadi industri pariwisata ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa
dalam suatu kegiatan pariwisata dibutuhkan alat untuk memindahkan wisatawan
dari daerah asal ke tempat tujuan wisata. Alat tersebut yang kita sebut sebagai
moda transportasi. Kaitannya dengan kondisi geografis Indonesia yang benbentuk
kepulauan, peran transportasi begitu vital dalam menunjang kegiatan pariwisata
di Indonesia dalam rangka menghubungkan antar wilayah di seluruh kepualauan di
Indonesia.
Jenis-jenis
transportasi sendiri dapat dibagi menjadi 3, yakni transportasi darat, laut dan
udara. Transportasi darat adalah segala jenis transportasi yang menggunakan
jalan sebagai penghubung dari satu tempat ke tempat lain dalam rangka mengangkut
barang ataupun penumpang. Moda transportasi darat antara lain, kendaraan
bermotor baik roda dua, roda empat, maupun kendaraan umum seperti bus, selain
itu ada juga kereta api dengan rel sebagai jalannya, dan gerobak atau
sejenisnya (seperti becak, andong dan lain sebagainya). Kemudian jenis
transportasi laut merupakan transportasi yang beroperasi di atas sungai, danau
maupun laut untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Beberapa
alat transportasi laut yakni, kapal, perahu, tongkang dan rakit. Selanjutnya
ada jenis transportasi yang mampu memindahkan barang atau orang dari satu
tempat ke tempat lain dengan lebih cepat, yakni transportasi udara. Contoh alat
transportasi udara antara lain, pesawat dan helikopter.
Selain alat
transportasi, suatu daerah tujuan wisata idealnya juga memiliki prasarana jalan
raya dan jembatan yang merupakana aspek pendukung utama transportasi. Di
samping itu, ketika suatu daerah menjadi lokasi wisata tentu akan menarik
berbagai wisatawan dari berbagai daerah untuk masuk ke lokasi wisata tersebut
yang pasti akan menimbulkan kepadatan lalulintas. Oleh karena itu, idelanya
suatu daerah tujuan wisata memiliki jalur-jalur alternatif yang dapat
menghubungkan satu lokasi wisata dengan lokasi wisata lainnya agar perjalanan
para wisatawan tetap efektif dan efisien.
Pengelolaan
transportasi erat kaitannya dengan kenyamanan wisatawan dalam melakukan suatu
perjalanan wisata. Semakin baik pengelolaan sarana dan prasarana transportasi,
serta mudahnya akses terhadap layanan transportasi akan semakin meningkatkan
minat wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata. Misalnya saja, di Yogyakarta
terdapat salah satu moda transportasi umum yang nyaman dan dapat dijangkau
dengan mudah, yakni bus TransJogja. Dengan tersedianya layanan transportasi
umum yang murah, nyaman dan mudah dijangkau tentu akan membuat wisatawan merasa
senang dan semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Selain
itu, sektor pariwisata juga dapat mengeksplor keunikan transportasi di suatu
daerah sebagai ikon yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satu ikon
transportasi yang menjadi daya tarik wisatawan adalah becak dan andong yang ada
di Yogyakarta, khususnya di kawasan Malioboro. Moda transportasi tempo dulu
tersebut justru semakin meningkatkan eksotisme Yogyakarta sebagai kota budaya.
SUMBER:
Artikel Perencanaan Transportasi Wisata
diakses melalui laman http://www.indonesiacultureandtourism.com/2015/09/perencanaan-transportasi-wisata.html
pada tanggal 24 Oktober 2017.
Artikel Pengembangan Transportasi Dalam
Kepariwisataan Indonesia diakses melalui laman http://dishub.jabarprov.go.id/artikel/view/653.html
pada tanggal 24 Oktober 2017.
Komentar
Posting Komentar